sound track of JMB

Kamis, 26 Januari 2012

Catatan Jalan Malam Bandung: Apresiasi FTI Award

Catatan Jalan Malam Bandung: Apresiasi FTI Award



Halooooo :D

Setelah hampir 2 tahun kegiatan apresiasi jalan malam off, akhirnya tadi malam kembali saya merasakan nikmatnya jalan malam di Bandung, meskipun tanpa jalan kaki dan ditemani kawan lain, tapi memang hasrat untuk menghadiri acara/apresiasi tadi malam cukup kuat. Alasannya tidak lain adalah karena rindu bertemu seorang tokoh sastra, teater, yang menjadi panutan. Tokoh yang dimaksud adalah budayawan Prof. Saini KM. Saya kira yang tertarik untuk membaca catatan ini tidak diragukan lagi, pasti telah mengenal sosok Prof. Saini KM, sehingga dalam hal ini saya tidak perlu memaparkan sosok beliau, di samping itu Wikipedia dan google telah menyediakannya bagi yang mau tau lebih lanjut.

Acara yang membawa hingga saya bisa bertemu Pa Saini KM ini tidak lain adalah acara penghargaan [penganugrahan] yang dilaksanakan Federasi Teater Indonesia (FTI), yang dalam agenda tahunannya selalu memberikan penghargaan pada tokoh teater yang telah dianggap laik mendapatkan penghargaan karena dedikasi hidupnya pada teater.

Sesampainya di tempat, ternyata memang telah ramai dikunjungi para penggiat/aktifis teater Bandung dan Indonesia pada umumnya, apalagi kabarnya acara penganugerahan ini akan dihadiri pula oleh salah satu menteri. Saya skepris menteri akan datang dan ternyata benar, yang dimaksud tidak hadir. Para hadirin yang berkumpul langsung dimanjakan dengan adanya jamuan makan malam yang disediakan panitia pelaksana, dan tidak tanggung-tanggung, makanan yang disediakan adalah makanan berat dan catering pula. :D

Singkat cerita, acara dimulai dan ada yang menarik, Pa Saini naik andong dan diarak oleh lantunan musik sederhana yang agak riuh namun cukup semarak, maksud panitia mungkin untuk memeriahkan suasana. Akan tetapi di sini pula khawatir mulai terasa, masalahnya secara teknis hal itu agak riskan bagi Pa Saini yang sudah tidak muda lagi, apalagi ‘pengawalan’ bagi beliau kurang begitu dipikirkan dan disiapkan. Namun syukur acara berjalan lancar, para hadirin pun memasuki gedung pertunjukan Taman Budaya Jawa Barat.


Diawali Kekonyolan

Saat dimulainya acara, rampak kendang menjadi penanda opening acara, penutup layar pun dibuka, dan tiba-tiba . . . . ya ampun, yang keluar kucing warna putih kuning.. hhhmmm the yellow cat mamen.. :D Sontak para penonton dibuatnya ketawa, 1 kali bisa dimaklumi tetapi saat acara dibuka oleh pimpinan FTI Radhar Panca Dahana, yellow cat kembali hadir di belakang podium dan berjalan dengan santai. Dari kejadian ini keraguan akan keseriusan acara mulai sulit dilawan, dan sedikit demi sedikit keraguan itu semakin dikuatkan. Barangkali, konstruksi pengetahuan “malam penganugrahan” atau sebuah ceremonial “award” telah merasuk dalam pikiran saya sebagai acara yang penuh dengan ‘keseriusan’ keteraturan managerial panggung yang ketat, mapan, glamor dan sebagainya sebagaimana sering kita saksikan acara di stasiun TV berlangsung, dan hal itu tidak saya temukan dalam acara ini, terutama keseriusan menggarap acara sebagai ungkapan etis pelaksana terhadap tokoh yang sedang dianugrahi.


Yang logos VS pengetahuan sederhana

Afrizal sebagai juri dalam sambutan sekaligus pengumumannya mengenai pemenang sayembara penulisan lakon drama mengatakan bahwa “hanya teater satu-satunya seni yang paling dekat dengan manusia, tanpa media apapun teater mampu dihadirkan, tubuh!”. takperlu ditolak, penyataan itu murni penuh dengan logosentris, namun jangan lupa dalam pengertian paling sederhana, teater adalah seni yg paling akrab dengan ruang (panggung). Perlu disayangkan perayaan FTI award yang telah berjalan 6 kali tidak mampu menunjukan kedewasaannya dalam mengelola sebuah ceremonial kolaboratif yang penuh dengan pergantian dimensi ruang di panggung. Panggung kumuh dan penataan sound system rupanya menjadi hal yangg ditoleransi penuh bagi para penggiat teater dalam acara tertinggi bagi insan teater ini. Yang paling tragis, MC dalam acara tersebut benar-benar telah melunturkan ‘ketegasan’ – ‘keakraban’ teater dengan kematangan panggungnya, salingmenghargai lawan panggung dsb, apalagi acara ini bukan main sakralnya bagi para perenung karya seseorang yang dalam kesempatan itu mendapat anugerah. Saini KM adalah bapa, tauladan, idola sekaligus sosok penting dalam teater Indonesia -dan banyak lagi titel lainnya yang pantas disematkan pada beliau—pada acara ini, MC dua kali keliru menyebutkan nama Saini KM, padahal itu tema utama, disamping itu MC kadang spontan meminta (menyuruh) para tokoh di panggung untuk tidak terlebih dahulu turun dengna bahasa yang loma [bahasa yang digunakan seseorang pada teman sebaya]. Di harinya yang telah senja, penghargaan pantas beliau dapatkan, dengan kondisi fisik yang beliau akui dalam sambutan telah menurun, beliau tetap semangat dan menyediakan pikiran penuh untuk membagikan pengalaman pentingnya, bahkan dalam pidato penerimaan penghargaannya tersebut Saini KM menyampaikan bahwa karyanya adalah karya yang bebas untuk diinterpretasi ulang oleh setiap penggiat teater. Suatu momen yang begitu mengharukan bagi saya sebagai seorang insane nonteater melihat keakraban dan romantisme dealiktik dalam dunia teater.

Namun dengan sangat berat hati, penyelenggara telah gagal mengemas suatu acara penghargaan bagi tokoh yang sangat disegani, dan acara tersebut dapat dibilang jauh dari kata etis bagi suatu prosesi penghargaan yang baik. Pa Saini tentu saja tidak akan marah atau berekspresi kecewa, tetapi saya sebagai ABG labil alias ababil, belum cukup tahan untuk tidak mengatakan ini.. :Peace:

Namun terlepas dari semua itu, ini hanyalah ekspresi dari seorang yang masih menganggap musik sebagai lantunan nada, diamnya penari sebagai takmenari, dan lukisan adalah pinsil yang menggambar dalam kertas kanvas. Apa yang dilakukan FTI adalah kemajuan bagi kehidupan berkesenian kontemporer, apa yang dilakukan insan teater melalui FTI merupakan start dan kemajuan penting dan sekaligus tamparan bagi penggiat musik kontemporer dalam mengadapi dinamika seni saat ini.. cayoooo :D

Ini catatan pribadi dan ngga begitu serius, so jangan protes tentang metode penulisan yang kacau balau ya..

Minggu, 07 Februari 2010

lagu Baru Jalan Malam "Under the Moon Light"



UNDER THE MOON LIGHT
Oleh
Dian "Ucok" Ardiansyah (one from the other founder JMB)

One day you'll find heroes go to the town
they wear their masks charity of action
celebration, celebration
let's see their celebration
celebration, celebration
celebrity action

walking alone, self confusion
that is your right, what's on your side?
just start walk under the moon light
and see what there are on your side
just start walk under the moon light
to find out what's the wrong or right
and then you can start a fight!

Just cut off your mind of your party time
and shut up your mouth if you have not will
see what is wrong in both of your side
believe that we can to start a change

Under the moon light we can start hope of light
this is not style that is old convention
prepare yourself to make a change
there is something you have to learn
cause it's not about your system
we just learning something from them
so start your reaction!

Jumat, 01 Januari 2010

SURABI'S with JMB sountrack





Sebagai bentuk apresiasi, salah satu kelompok musik Surabi mendedikasikan sebuah lagu untuk Jalan Malam Bandung, tidak cukup sulit bagi mereka dalam mengkompos sebuah lagu yang terinspirasi oleh lingkungan Bandung beserta segala macam dinamikanya, kelompok musik Surabi juga melengkapi kreativitas yang selama ini sering terlahir dari kawan-kawan mahasiswa STSI Bandung.

lirik lagu yang mereka buat cukup sedehana, berikut liriknya:

JALAN MALAM BANDUNG
oleh: Herlan Callm

malam minggu telah datang
kusiap untuk berperang
baju pangsi calana komprang
rek nongkrong dikota kembang

lengkahkeun kaki dijalan
dompet tebal dapet amal
sugan aya nuka bandang
biarku tak sendirian

disimpang jalan kliningan
kulihat seorang mojang
ditilik tigigir lentik
diteuteup tihareup sieup.


reff
o.o.o....yeah..
jalan malam bandung kita kumpul bersama
o.o.o....yeah..
nikmati dunia ngurilingan kota

o.o.o...yeah..
jalan malam bandung kita happy bersama
o.o.o...yeah,,,
nikmati dunia ngurilingan kota.

secara lengkap, berikut profile lengkap Surabi. Gasss...

TENTANG SURABI Mar 10, 2009
dikutip dari: http://surabigass.multiply.com/

Didirikan oleh mahasiswa karawitan 06 STSI di Bandung pada tahun 2007 dengan nama SURABI, kini semua personil masih tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Dengan lima belas orang personil, kelompok ini konsisten membawakan garapan-garapan musik kreasi baru dengan perangkat tradisional dan modern.
kelompok ini mencoba menggabungkan antara musik barat dan timur, saat itu terasa adanya perbedaan dalam gaya garapannya; lebih eksploratif, serta lebih fleksibel dalam menuangkan gagasan dan ide musikalitasnya. Perubahan pada gaya-gaya garapan ini nampaknya sebagai pengaruh langsung dari eksperimentasi serta pengolahan media ungkapnya (instrumen).
nama surabi terinspirasi oleh salah satu lagu yang berbau sunda dan arab; mungkin secara sederhananya dapat dikatakan demikian. Tapi bagi kawan-kawan surabi, tidak hanya sebatas itu arti yang terkandung didalamnya. selain itu juga kawan-kawan mempunyai pengertian lain dari kata tersebut, dimana bentuk bulatan surabi diartikan sebagai bulatan sempurna yang tidak mempunyai titik awal dan akhir yang dijadikan motifasi bagi kawan-kawan untuk totalitas dalam berkarya.

Selain itupula dalam bulatan sempurna tidak adanya sudut atau sekat yang kami artikan dimana pada zaman ini tidak ada lagi sekat-sekat antar bangsa, hasil tegursapa budaya timur dan barat ternyata menjadi karya musik yang menarik dan bisa dinikmati khalayak.

ABOUT SURABI
Founded by students karawitan 06 in STSI Bandung in 2007 with the name SURABI, now all personnel still listed as a High School student Indonesian Arts (STSI) Bandung. With fifteen people personnel, this group consistently brings garapan-garapan new music creations with traditional and modern devices.
This group tried to combine between the eastern and western music, when it feels there is a difference in style garapannya; eksploratif more, and more flexibility in ideas and ideas pouring musikalitasnya. Changes in the styles garapan this appears as a direct influence from the media processing experimentation and he said (instruments).
SURABI name inspired by one of the songs and the smell sunda arab; may be sederhananya can be said so. But for his friends SURABI, not limited only to the meaning of the inside. besides his friends also have the understanding of the word, where the form of a sphere SURABI defined as a perfect sphere does not have a starting point and the end made motifasi for colleagues to work in totality.

In addition to perfect roundness itupula in the absence of a corner of the screen or where we artikan at the time of this no-divider divider between nations, cultures tegursapa the east and west appeared to be works of music and the audience can enjoy.

Kamis, 29 Oktober 2009

Senja.. yang jingga

Pukul 11.15 siang. Aku merasakan ada belaian lembut di kepalaku. Dengan susah payah aku membuka mata. Mengerjap-ngerjap silau. Tirai jendela yang tepat berada di atas kepalaku sudah dibuka. Cahaya matahari tak segan lagi merangsek masuk melalui kaca jendela. Kau berdiri disana. Disampingku. Hari ini kau masih mengenakan gaun putih, rambutmu yang sebahu sengaja kau gerai. Perpaduan antara cahaya matahari, gaun putihmu, dan kulit putih pualammu semakin membuatku silau. Aku terbangun dan duduk, masih di tempat tidur. Mengucek-ngucek mataku sebentar. Tangan kirimu mengetuk-ngetuk jam tangan di tangan kananmu. Mungkin kau ingin bilang, sudah jam berapa sekarang?ini sudah siang. Aku tersenyum. Iya..aku sudah punya janji untuk pergi denganmu hari ini bukan?! ke tempat kesukaanmu. Tempat yang damai, katamu. Kau menarik-narik tanganku, memaksaku bangun dan menyuruhku untuk segera mandi, sambil meledekku dengan bilang kalau aku bau. Aku berhenti sebentar di pintu kamar mandi, melirikmu sebentar sambil bersenandung " kau cantik hari ini.." sambil tersenyum. Kau tertawa mendengarnya. Ya.. teruslah begitu! Aku suka melihatmu tertawa. Aku suka melihatmu Diandra-ku. Separuh jiwaku.
Sekarang aku sudah mandi. Sudah wangi. Walau belum ganti baju.
" mau teh?" kataku. Kau mengangguk. Aku menyeduh dua cangkir teh, lalu membawanya ke meja makan kecil dimana kau sudah duduk manis disana. Ini sudah hampir waktunya makan siang. Tapi buatku, ini masih termasuk sarapan. Aku mengambil roti sisa yang akan kadaluarsa besok. Kau mengomeli aku kemarin untuk segera menghabiskannya sebelum kadaluarsa.
" itu ngga sehat, nanti kamu keracunan " katamu.
" itu tak akan membuatku mati, sayang.." jawabku, meledekmu. Dan kau hanya memasang muka manyun. Aku menikmati sarapan kesianganku ini. Tiba-tiba dagumu mengisyaratkan sesuatu. Menunjuk ke sebuah gitar yang kusimpan di kursi makan di sebelahku. Hmm..kau ingin aku menyanyikanmu sebuah lagu? Baiklah! Aku mengambil gitarku, dan mulai menyetem senarnya agar nadanya sesuai. Kau menopang dagu dengan kedua tanganmu. Terus tersenyum. Seakan-akan aku adalah seorang idola, dan kau adalah penggemar fanatikku. Dan akupun mulai bernyanyi..

There's a place that we can go
A place where I can finally let you know..
I hope you find
whatever you've been lookin' for
Just remember where you're from
and who you are
'Cause there's a thousand lights
that'll make you feel brand new
But if you ever lose your way
I'll be right here for you
Cause I'm the one that loves you lately
You and me, we got this great thing
So, come back and you sit down. Relax..
Everything's to see
that you've come a long, long way
And it's the place that you should be..

[ Love You Lately_Daniel Powter ]

Kau bertepuk tangan ceria. " terima kasih.. terima kasih, i love you too!" kataku. Lalu kita berdua tertawa. Aku ingat, sejak hari itu kita selalu tertawa berdua. bersama-sama. Hari dimana aku pertama kali menyanyikan lagu itu untukmu. Waktu itu kita sudah dekat. Saling bercerita tentang hidup kita masing-masing. Aku menyukaimu. Tapi aku bukan seorang laki-laki yang pandai mengungkapkan apa yang sebenarnya aku rasakan. Meski aku mencoba, sering kali orang tak mengerti kemana maksud dari kata-kataku. Tak jarang malah salah paham. Maka hari itu, aku sengaja menyanyikan lagu ini untukmu. Dan ajaib.. kau langsung mengerti. Lihat.. betapa kau selalu mengerti aku. Maka sejak hari itu, yang tadinya selalu hanya ada 'aku' dan 'kau', sekarang jadi 'kita'.

Sekarang sudah hampir pukul 01.00 siang. Aku mulai beranjak dari tempat dudukku, berganti baju. Hari ini aku akan mengenakan polo shirt putih, biar kita serasi. Kau kan pernah bilang kalau aku kelihatan ganteng mengenakan polo shirt. Bawahan jeans plus sepatu kets. Aku siap.
" ayo kita berangkat!" ajakku. Kau meraih tanganku. Kita berjalan berpegangan tangan menuju jalan raya. Aku mampir sebentar ke toko bunga di sekitar kosanku. Membeli 1 bucket bunga tulip putih, kesukaanmu. Aku menyetop sebuah taksi, lalu menyebutkan nama tempat yang akan kita tuju. Tempat itu cukup jauh. Mungkin kita akan sampai disana pukul 3 sore nanti. Tapi tak apa, perjalanan ini tak akan terasa lama. Karena ada kau bersamaku.

Kita sudah sampai. Kau benar, tempat ini memang damai. Pohon-pohon cemara tertata rapi di sisi jalannya. Ada beberapa pohon besar di beberapa tempat. Banyak burung-burung kecil bertengger disana. Kicauan mereka membuat tempat ini begitu teduh, tenang. Kita berjalan ke tempat itu. Tempatmu merasa damai. Ini dia tempatnya. Aku berjongkok. Kau mengikutiku sambil tersenyum. Lalu aku letakkan bucket bunga tulip putih tadi disana. Di bawah nisan bertuliskan :
Diandra Lestari
11 Mei 1985
13 April 2007

Namamu. Aku memejamkan mata. Mulai berdoa. Hari sudah senja. langit mulai berwarna jingga. sungguh pemandangan yang mempesona. Hari itu juga senja. Hari dimana kau pertama kali ke tempat ini. Meski aku terus berkata, memohon, " jangan pergi..jangan pergi!!!", tapi kau terbaring sambil tersenyum. Seperti mengatakan padaku kalau kau akan pergi ke tempat yang tenang, damai, dimana kau akan merasa bahagia. Hari itu, mobilmu menabrak trotoar ketika kau berusaha menghindar dari tabrakan dengan sebuah motor. Jika kau tak menghindar, motor itulah yang akan jadi korbannya. Kemarahan waktu itu membuatku berpikir, lihat..betapa kebaikanmu malah membawamu pada kematian. Aku takut. Sangat takut. Aku hanya akan memiliki setengah nyawa jika kau pergi. Dan bagaimana aku bisa terus hidup dengan hanya setengah nyawa??? memikirkan itu membuatku tercekat. Dan bulir-bulir air mata itu berjatuhan.
Tapi, sesungguhnya kau tak pernah pergi. Kau selalu ada. Aku tahu itu.
" ayo kita pulang!" ajakku. Kau mengangguk. Kita berjalan pulang sambil tetap berpegangan tangan.
" senja yang indah bukan?!!!" kataku. kau tersenyum. Semakin erat menggenggam tanganku. Kau selalu ada. Aku tahu itu.

Peppermint Tea


"Kedai Teh CAMELIA", itulah nama kedai teh milik ibuku. Mungkin orang akan berfikir bahwa nama ibuku Camelia, atau mungkin namaku yang Camelia, ini biasanya selalu membuat pelanggan kedai teh ini bertanya. Tapi sebenarnya nama itu tak ada hubungannya dengan nama kami. Nama ibuku Kemala, sedangkan namaku sendiri Kinan. Ibuku menamai kedai ini Camelia karena nama latin dari teh adalah Camelia Sinensis. jadi secara harfiah nama kedai ini bisa dibilang kedai Teh Teh, kedai Teh kuadrat, kedai Teh2..intinya hanya kedai Teh, titik. Kenapa harus kedai teh? kenapa harus teh? kenapa tidak kopi? warteg? atau bahkan warung indomie? selain yang tadi disebutkan sudah banyak yang buka, alasan utamanya adalah karena ibuku sangat menyukai teh, dari kecil bahkan, karena orang tua ibuku adalah petani teh. Kalau ditanya kenapa ibu sangat menyukai teh, maka dia akan menjawab dalam kondisi secangkir teh ditangan, meneguknya sedikit demi sedikit, sambil tersenyum dan berkata " kamu tidak akan pernah tahu kalau kamu tidak menyukainya atau bahkan mencobanya ". Kalau sudah begitu, mendingan aku tutup mulut, daripada disuruh minum teh.
Di kedai ini, ibuku menyediakan 6 jenis teh :
- Teh Hijau
- Teh Hitam
- Teh Melati
- Teh Peppermint
- Teh Camomile, dan
- Teh Jahe.
Selain itu, ibuku juga menyediakan beberapa jenis kue buatan sendiri yang semuanya diproses dengan cara dikukus. Terkadang ada pelanggan yang minta disediakan gorengan, tapi ibu bilang, teh itu minuman yang menyehatkan, jadi harus ditemani makanan yang sehat juga. Semua teh yang ada di kedai ini, ibuku sendiri yang meraciknya. Aku sendiri hanya membantu melayani, itupun sepulang kuliah yang waktunya tak tentu. Kedai ini sudah memiliki beberapa pelanggan tetap. Kebanyakan dari mereka biasanya berumur 40 tahun keatas. Kalau aku ingat-ingat, kedai ini tidak pernah kedatangan anak muda, anak kuliahan sepertiku misalnya. Aku rasa mereka seperti aku, tidak suka teh. Kalaupun ada orang seumuranku yang suka minum teh, itupun paling teh pelangsing.
" Ki, ada pelanggan, tolong tanya mau pesan apa ya!" ibuku berkata sambil menepuk bahuku yang sedang serius membaca buku. Aku mengambil note dan pensil sambil memperhatikan pelanggan yang baru datang itu. kalau aku perhatikan sekilas, sepertinya laki-laki ini masih berumur dibawah 30 tahunan. Seseorang yang langka untuk kedai ini. Ini berarti kemajuan, pikirku.
" Maaf, mau pesan apa?"
" teh Peppermint!" jawabnya. Beberapa menit kemudian, aku membawa nampan berisi secangkir teh Peppermint dan setoples kecil gula batu. Hanya secangkir teh, laki-laki ini tidak mau yang lain.
" gulanya dibawa saja! saya tidak mau pakai gula." ucapnya, bahkan sebelum toples gula itu aku simpan di mejanya. Aku mengangguk seraya mempersilahkannya dia menikmati tehnya. karena seperti yang aku bilang tadi, kedatangan laki-laki itu, laki-laki semuda itu, di kedai ini termasuk kejadian langka, dan karena pelanggan lain yang datang hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, hanya mereka yang berumur 40 tahun keatas, maka secara naluriah aku mulai memperhatikannya. melihatnya mulai meminum teh Peppermint itu. seteguk demi seteguk, sambil memejamkan mata. sepertinya dia sangat menikmati setiap tetes cairan bernama teh yang masuk melalui mulut dan mengalir ke tenggorokannya itu. Eksotis. Entahlah.. aku sering melihat pelanggan kedai ini menikmati teh yang disajikan ibuku. Melihat bagaimana mereka meminumnya. Biasa saja. Ada yang sambil ngobrol, ada juga yang sambil ngemil kue buatan ibu. Tapi laki-laki ini berbeda. Dia hanya datang sendiri, dan hanya memesan teh, tanpa gula dan tanpa makanan teman minum teh. Tetapi dia menikmatinya seakan-akan dia berkata bahwa dia tak membutuhkan semua itu. seakan-akan dia sedang merasakan semua kebahagiaan yang bisa dia rasakan. Dia tak perlu apa-apa lagi. Cukup teh Peppermintnya. Sekarang saya mulai berfikir dia aneh. Memangnya teh seenak itu apa? sampai-sampai itu membuatnya seperti lupa pada orang-orang sekitarnya, cuma ada dia dan teh. Orang aneh.

Tanpa disangka-sangka, laki-laki aneh itu datang lagi ke kedai kami keesokan harinya.
" teh Peppermint, tanpa gula!" pesannya. lalu dia berkata lagi, " teh racikan ibumu enak ".
" terima kasih." balasku, sambil terpaksa tersenyum. Aku merasa tersinggung dengan ucapannya. Darimana dia tahu itu racikan ibuku? bisa saja teh itu racikanku, racikan ayahku, kakek-nenekku, atau bahkan pembantuku kan?! Memangnya terlihat jelas ya dari wajahku "tidak bisa meracik teh dan tidak suka teh!" mmh.. aku rasa sebentar lagi aku datang bulan. Aku mengantarkan teh pesanannya seperti kemarin, namun kali ini tanpa toples gula. aku menyodorkan cangkir tehnya dengan muka sedikit judes. Tapi laki-laki ini malah tersenyum. Huffh!!! Dari kejadian beberapa detik itu, aku jadi bisa lebih memperhatikannya. Aku kira-kira, mungkin umurnya antara 25 sampai 27 tahun. Rambutnya rapi, walau aku yakin jika sedikit panjang nanti, rambutnya akan terlihat ikal. kulitnya sawo matang. wajahnya seperti... Banyu Biru, Putranya Eros Djarot. Persis. Ternyata dia.. manis!!! Aku geleng-geleng kepala. Baiklah! Setelah kemarin aku bilang dia eksotis, lalu mengata-ngatai dia aneh, hari ini aku memujinya dengan kata 'manis'??? Tuhan!.

Hari-hari berikutnya, dia terus datang ke kedai kami, dan tetap hanya memesan teh Peppermint. Maka aku mulai menjulukinya mr.Peppermint. Meski aku dan mr.Peppermint ini bertemu hampir setiap hari (dan aku selalu memperhatikannya!), tapi komunikasi antara kami hanya sebatas menanyakan pesanan dan ucapan terima kasih, beres. Aku tak pernah tahu namanya, meskipun sebenarnya ingin sekali aku menanyakan. Tapi aku pikir, tidaklah sopan menanyakan nama pada pelanggan (baca : malu). Hari itu, seperti biasa aku menghampiri mr.Peppermint untuk menanyakan pesanannya, meski aku tahu, dia pasti akan memesan teh Peppermint, hanya itu.
" mau pesan apa?" tanyaku, sambil tersenyum. kali ini tulus. Lalu si mr.Peppermint itu memalingkan wajahnya padaku yang sedang berdiri disampingnya.
" kamu suka teh apa?" tanyanya, tiba-tiba. Hah??? apa nih? apakah kita sedang ada di reality show tukar nasib dimana dalam episode ini kita bertukar peran, kamu pelayannya dan aku pelangganmu? Hmm.. aku tak mau ikutan walau dibayar.
" saya tidak suka teh!" jawabku. Sebenarnya, aku juga pernah meminum teh. Namun menurutku rasanya seperti.. apa ya?.. sepet? dan meninggalkan rasa asam di mulut setelahnya. Itulah kenapa aku tak suka. Lagipula, setiap hari aku bertemu dengan yang namanya teh, aku rasa itu sudah cukup. Tak perlu lah ikut-ikutan meminumnya juga apalagi sampai menyukainya.
" sayang sekali." katanya. Tangannya tiba-tiba mengisyaratkan untuk mempersilahkan aku duduk. Walau sedikit mengerutkan dahi, aku menurut. Dia mulai menghipnotis.
" kamu tahu.." dan dia mulai bercerita, membuatku tak mau beranjak, ingin terus duduk di depannya. Mendengarkannya. Memandanginya.
" teh tanpa gula itu, sama seperti kopi hitam pahit. Jika kamu terus meneguknya, menikmatinya sedikit demi sedikit, meski awalnya akan terasa pahit, namun lama-lama lidah kita akan terbiasa, dan disinilah kenikmatannya. Kamu akan merasa lama-lama teh ini terasa manis, dan kamu ingin terus merasakan sensasi manisnya. Itu sama seperti hidup. Hidup itu pahit. Rasa sakit, kehilangan, itu yang membuatnya pahit. Tapi.. jika kamu tahu cara menikmati dan mensyukurinya, kamu akan menyadari bahwa di balik kepahitan itu, ada rasa manis yang bisa kamu dapatkan. Banyak. Kamu tak akan bisa tahu rasa manis jika kamu belum tau rasa pahit kan? Kamu bisa membedakan rasanya jika kamu sudah merasakan keduanya."
Entahlah.. kata-katanya atau memang dirinya lah yang menghipnotis, sampai membuat aku tanpa sadar mulai mengangguk-angguk.
" saya sudah pernah mencoba berbagai macam jenis teh. Tapi Peppermint tea adalah yang paling saya suka. Saya biasanya membuat sendiri di rumah. Tapi saya rasa, teh buatan ibumu jauh lebih enak." urainya, sambil tersenyum.
" sekarang, apa kamu masih mau menyajikan teh buatan ibumu itu buat saya?"
" hah?". Pertanyaanya menyadarkanku kalau daritadi aku terlalu memperhatikan setiap ucapannya, terlalu asik melihat wajah Banyu Birunya, sampai-sampai aku lupa kalau aku masih harus menyajikan teh Peppermint untuknya.
" eh..maaf, saya segera kembali." jawabki, seraya bangkit dan berjalan menuju dapur.
" saya tunggu!" ucapnya. well..mr.Peppermint, kata-katamu itu bisa mengandung maksud lain (itu sih maunya aku :)).
" terima kasih! untuk ceritanya." ucapku, setelah berhasil memindahkan cangkit teh dari nampan ke mejanya dengan gemetaran. Ini aneh. Sekarang dia mulai membuatku gemetaran. Dia tak berkata apa-apa. Hanya sedikit tertawa sambil mengangguk. Iya.. kamu memang manis mr.Peppermint. Aku buru-buru kembali ke dapur, takut melakukan hal yang lebih bodoh jika terus melihatnya. Aku terus mengingat ucapan mr.Peppermint tadi soal teh. Kata-katanya membuat aku tertarik.
" ibu, aku mau minum teh!" pintaku, tiba-tiba. Herannya, ibuku hanya tersenyum, tanpa bertanya kenapa.
" mau teh apa, Ki?"
" teh Peppermint!" jawabku, mantap. Ibu langsung meracik secangkir teh Peppermint sambil menjelaskan kalau teh Peppermint itu termasuk teh herbal. Artinya teh yang dibuat antara campuran daun teh dengan dedaunan yang lain. Teh Peppermint dibuat dari campuran teh hitam dengan Peppermint oil. Sekarang aku tahu itu. Hmm.. aku mulai meneguk teh ini sedikit demi sedikit. teh tanpa gula. rasanya.. ada sensasi dingin, tapi membuat aku nyaman, tenang. Besok kalau mr.Peppermint datang, aku akan bilang padanya kalau aku sudah mencoba teh Peppermint kesukaannnya.

Tapi, hari ini mr.Peppermint itu tidak datang. Hmm..mungkin besok dia akan datang. Baiklah, hari ini aku akan mencoba teh buatan ibu yang lain. Ibu membuatkan semuanya dengan senang hati, sambil menjelaskan manfaat dari setiap teh. Aku tidak pernah tahu kalau ibu begitu banyak tahu tentang teh. Dan ternyata dia ingin kepandaiannya meracik teh yang turun-temurun itu, bisa diturunkannya padaku. Selama ini kau tak pernah memperhatikannya. Mungkin karena selama ini aku tidak menyukai teh. Nanti kalau mr.Peppermint datang, aku jadi punya banyak bahan pembicaraan. Aku juga akan bilang padanya, kalau sekarang aku sudah mencoba semua teh yang ada di kedai ini, tapi yang paling aku suka adalah teh Peppermint, sama seperti dia. Iya..aku akan bilang itu padanya. Sampai akhirnya mungkin aku punya kesempatan untuk menanyakan namanya.

Tapi..mr.Peppermint tak pernah datang lagi. Tidak hari ini, besok, ataupun besoknya lagi. Aku tak pernah punya kesempatan untuk menceritakan semuanya. Tak punya kesempatan untuk tahu namanya. Aku tak bisa lagi melihat caranya meminum teh yang eksotis. Tak bisa lagi melihat senyumnya yang manis. tak bisa lagi memperhatikan wajah Banyu Birunya yang menghipnotis. Dan menyadari ini semua membuatku merasa sakit di ulu hati. Mungkin selamanya aku hanya akan mengenalnya sebagai mr.Peppermint. Seharusnya aku bisa menyucapkan terima kasih, setidaknya. Karena cara dia menikmati teh, pandangan dia tentang teh, dan keberadaannya, telah merubah pandanganku. Hidupku. Aku pernah mendengar, kalau ada orang yang bisa merubah hidup orang lain hanya dengan keberadaannya. Dan kalau ada orang yang bertanya, adakah orang itu dalam hidupku, aku akan menjawab, ada! Dan itu kamu, mr.Peppermint.

Senin, 31 Agustus 2009

masalah utama dunia ( termasuk indonesia!!!)


* kemiskinan
kemiskinan sudah menjadi akar permasalahan yang ada di suatu negara. salah satunya adalah kelaparan. menurut PBB, sekitar 25 ribu orang meninggal setiap hari karena kelaparan. ini berarti 1 orang dalam 3.5 detik. tragisnya korban tersebut lebih banyak anak-anak. kemiskinan juga bisa memaksa seseorang terlibat pelanggaran hukum. banyak yang akhirnya menjadi PSK, dan tidak sedikit yang terjebak human trafficking. tidak heran kalau kemiskinan juga menyebabkan masalah kesehatan. AIDS, malaria, pneumonia, kolera dan penyakit lain akibat kekurangan nutrisi juga mengancam mereka.
penyebab kemiskinan yang kompleks :
1. faktor alam : yang termasuk ke dalamnya adalah iklim, faktor geografis seperti akses mendapatkan air bersih, atupun kesulitan untuk memanfaatkan sumber daya alam.
2. faktor ekonomi : sistem pembayaran dengan uang sebagai alat tukar, membuat warga yang tidak punya uang tidak bisa membeli kebutuhannya. tidak cukupnya lapangan pekerjaan juga membuat masyarakat tidak mendapatkan penghasilan unuk memenuhi kebutuhan hidup.
3. faktor kesehatan : kurangnya perhatian pada masalah kesehatan, tidak terpenuhinya nutrisi pada anak mempengaruhi fisik dan mental dan akhirnya membawa pada permasalahan ekonomi. penyakit, terutama penyakit yang disebabkan kemiskinan.
4. faktor pemerintahan : tidak adanya hukum dan sistem pemerintahan yang jelas, tidak berjalannya demokrasi, minimnya infrastruktur serta pemerintahan yang korupsi membuat suatu negara terancam kemiskinan.
5. faktor demografis dan sosial : overpopulasi dan kurangnya aksese mengenai metode untuk mengendalikan kehamilan, sedangkan di sisi lain, lapangan kerja yang tersedia sangat sempit. pengangguran meningkat dan mereka pun semakin miskin dan lapar. kejahatan, baik itu collar-white crime (kejahatan yang dilakukan kalangan elit) maupun blue-collar crime (kejahatan yang lebih menggunakan kekuatan fisik, seperti merampok, membunuh, dll) juga bertambah.

* perang dunia
biasanya, yang jadi motif negara saling menyerang adalah karena adanya perbedaan ideologi, keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan, perbedaan kepentingan dan perampasan sumber daya alam. beberapa perang terbesar dalam sejarah yaitu perang dunia I tahun 1914 - 1918 yang memakan korban 40 juta jiwa dan perang dunia II tahun 1939 - 1945 yang memakan 70 juta jiwa. bukan cuma para tentara yang mengalami trauma dan depresi, rakyatlah yang paling merasakan kerugian. mulai dari kehilangan anggota keluarga, harta benda. sampai menanggung beban psikologis. anak-anak korban perang tidak bisa sekolah dan kehilangan masa depan karena hidup yang tidak layak.

* global warming
pemanasan global jadi perhatian para petinggi negara di seluruh dunia, saat ini. efek rumah kaca yang semakin tidak terkendali menyebabkan lapisan ozon bolong dan semakin parah tiap harinya. efek rumah kaca juga menyebabkan energi matahari dalam bentuk radiasi infra merah tidak bisa memantul keluar atmosfer, karena terhalang awan, gan C02 dan gas lainnya, ini menyebabkan suhu bumi semakin meningkat (baca : panas). dampaknya, es di kutub mencair, air laut semakin naik, iklim menjadi kacau dan cuaca saat ini tidak bisa ditebak. yang lebih ngeri, kalau emisi co2 terus meningkat, suhu bumi bisa meningkat 1.1 - 6.4 derajat celcius yang akan merusak keseimbangan ekosistem bumi ( coba nonton the day after tomorrow!!!). sikap manusia yang egois juga berperan memperparah global warming. hutan yang jadi paru-paru dunia malah ditebangi, polusi makin banyak karena bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. apalagi, kita banyak memakai barang-barang dari plastik dan sering buang sampah sembarangan. kurangi pemakaian plastik dengan menggunakan kantong dari kain atau kertas yang di daur ulang. gunakan sepeda sebagai alat transportasi ramah lingkungan atau mulai beralih ke angkutan umum. jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, lebih baik berjalan kaki!!!

* rasisme
rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu tersebut. bahwa suatu ras tertentu lebih superior dari yg lainnya. contohnya dalah gerakan apartheid, sistem pemisahan ras yang diterapkan pemerintah kulit putih di afrika selatan dari awal abad ke 20 sampai tahun 1990-an. dalam rentang waktu itu, sebagian warga non-kulit putih kehilangan hak asasi mereka. rasisme tidak hanya menyebabkan diskriminasi sosial, tapi juga berpotensi menimbulkan genosida atau pembantaian besar-besaran seperti yang dilakukan nazi jerman terhadap kaum yahudi selama perang dunia II yang terkenal sebagai genosida terbesar abad 20. pernah nonton hotel rwanda???di film ini kita juga bisa melihat genosida yang dilakukan suku mayoritas di rwanda. sedihnya, rasisme tidak hanya tentang ciri-ciri fisik tapi meluas jadi diskriminasi agama. contohnya setelah tragedi WTC 11 september 2001, warga muslim di amerika selalu dicurigai dan dianggap teroris. di indonesia, rasisme pernah terjadi antara warga pribumu dan non pribumi (tionghoa).

* kesehatan
flu burung (avian influenza) yang disebabkan virus H5N1 jadi penyakit yang cukup diwaspadai dunia sejak tahun 2003. tahun 1918 muncul spanish flu di spanyol yang disebabkan oleh virus H1N1 (sekarang dikenal dengan Flu babi yang pertama kali muncul di mexico). selain flu spanyol, muncul asian flu yang disebabkan virus sub tipe H2N2, mengakibatkan 70 ribu kematian di amerika serikat. flu asia ditemukan pertama kali di Cina, februari tahun 1957, lalu bergerak ke amerika serikat Juni 1957. tahun 1968-1969, ada flu hongkong yang disebabkan virus H3N2, menyebabkan kematian 34 ribu orang di amerika serikat. bahkan sampai sekarang, kabarnya virus ini masih ditemukan. HIV/AIDS juga jadi penyakit yang melanda seluruh dunia dan tidak pandang bulu. sudah lebih dari 42 juta jiwa yang menderita HIV/AIDS dan sekitar 20 juta orang meninggal. penyakit lain yang berbahaya adalah tuberculosis (TBC) yang disebabkan nakteri jenis mycobacterium tuberculosis hominis, pertama kali ditemukan tahun 1882 oleh seorang ahli bakteri jerman, Robert koch. TBC dapat menjalar ke semua alat tubuh (paru-paru, susunan saraf pusat, ginjal, tulang, sendi dsb). inilah saatnya manusia introspeksi dan memperbaiki gaya hidup.

what's your super power?

karna kemaren sempet ikut keputrian di almamater SMA, jd di posting weh nya hehe.. jadi bt perempuan, you must have at least one super power, discover yours and use it smart and wisely!!!
* Intuisi : percaya sama kemampuan sendiri, walau keadaan seringnya membuat perempuan kurang percaya diri. jangan ragu untuk mengikuti intuisimu sendiri. it could lead you into something big.

* kecantikan : kecantikan perempuan memang bisa sangat menggoda (jiahahaha...)bukan hanya karena secara fisik sempurna yang punya kekuatan ini, karena "merasa cantik" aja udahn bisa membuat perempuan punya power beauty. besides, saya sendiri percaya kecantikan itu bisa diusahakan, dengan menjaga & merawat apa yang udah ada.

* feminity : ini dimiliki perempuan karena secara biologis, otak perempuan mengandung lebih banyak serotonin yang membantu kita bersikap lebih kalem (mmh..saya kekurangan serotonin sptnya?hehe..). hasilnya, perempuan jago bernegosiasi dan menyelesaikan masalah dengan lebih tenang.

* your brain is power : kecerdasan adalah salah satu kekuatan terbesar perempuan karena konstruksi otak kita sangat istimewa dan bekerja dengan lebih efisien dan efektif. perempuan punya corpus collosum dalam jaringan otaknya hingga bisa melakukan banyak hal sekaligus. otak perempuan juga punya kapasitas memori (hippocampus) yang lebih besar hingga kita bisa mengingat ke hal-hal yang detil. women are smart!!! tapi kita masih sering terlalu dikuasai emosi. maka itu, seimbangkan kemampuan otak dengan banyak praktek daripada berteori.

* your love is power : untuk super power yang satu ini, contoh super hero yang palin pas adalah ibu yang punya hati seluas samudera dan cinta yang ngga lekang sepanjang masa. kekuatan cinta seorang perempuan membuatnya lebih peduli terhadap orang dan lingkungannya. perempuan juga punya sifat mengurus yang alamiah, yang membuatnya rela berkorban. perempuan biasanya ngga terlalu egois dalam memaksakan sesuatu. dengan sifat keibuan yang lembut dan penuh pengertian , perempuan memancarkan aura yang membuat lingkungan di sekelilingnya tenteram (uhuy..)...amien!!!



* dari berbagai sumber *