sound track of JMB

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2009

masalah utama dunia ( termasuk indonesia!!!)


* kemiskinan
kemiskinan sudah menjadi akar permasalahan yang ada di suatu negara. salah satunya adalah kelaparan. menurut PBB, sekitar 25 ribu orang meninggal setiap hari karena kelaparan. ini berarti 1 orang dalam 3.5 detik. tragisnya korban tersebut lebih banyak anak-anak. kemiskinan juga bisa memaksa seseorang terlibat pelanggaran hukum. banyak yang akhirnya menjadi PSK, dan tidak sedikit yang terjebak human trafficking. tidak heran kalau kemiskinan juga menyebabkan masalah kesehatan. AIDS, malaria, pneumonia, kolera dan penyakit lain akibat kekurangan nutrisi juga mengancam mereka.
penyebab kemiskinan yang kompleks :
1. faktor alam : yang termasuk ke dalamnya adalah iklim, faktor geografis seperti akses mendapatkan air bersih, atupun kesulitan untuk memanfaatkan sumber daya alam.
2. faktor ekonomi : sistem pembayaran dengan uang sebagai alat tukar, membuat warga yang tidak punya uang tidak bisa membeli kebutuhannya. tidak cukupnya lapangan pekerjaan juga membuat masyarakat tidak mendapatkan penghasilan unuk memenuhi kebutuhan hidup.
3. faktor kesehatan : kurangnya perhatian pada masalah kesehatan, tidak terpenuhinya nutrisi pada anak mempengaruhi fisik dan mental dan akhirnya membawa pada permasalahan ekonomi. penyakit, terutama penyakit yang disebabkan kemiskinan.
4. faktor pemerintahan : tidak adanya hukum dan sistem pemerintahan yang jelas, tidak berjalannya demokrasi, minimnya infrastruktur serta pemerintahan yang korupsi membuat suatu negara terancam kemiskinan.
5. faktor demografis dan sosial : overpopulasi dan kurangnya aksese mengenai metode untuk mengendalikan kehamilan, sedangkan di sisi lain, lapangan kerja yang tersedia sangat sempit. pengangguran meningkat dan mereka pun semakin miskin dan lapar. kejahatan, baik itu collar-white crime (kejahatan yang dilakukan kalangan elit) maupun blue-collar crime (kejahatan yang lebih menggunakan kekuatan fisik, seperti merampok, membunuh, dll) juga bertambah.

* perang dunia
biasanya, yang jadi motif negara saling menyerang adalah karena adanya perbedaan ideologi, keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan, perbedaan kepentingan dan perampasan sumber daya alam. beberapa perang terbesar dalam sejarah yaitu perang dunia I tahun 1914 - 1918 yang memakan korban 40 juta jiwa dan perang dunia II tahun 1939 - 1945 yang memakan 70 juta jiwa. bukan cuma para tentara yang mengalami trauma dan depresi, rakyatlah yang paling merasakan kerugian. mulai dari kehilangan anggota keluarga, harta benda. sampai menanggung beban psikologis. anak-anak korban perang tidak bisa sekolah dan kehilangan masa depan karena hidup yang tidak layak.

* global warming
pemanasan global jadi perhatian para petinggi negara di seluruh dunia, saat ini. efek rumah kaca yang semakin tidak terkendali menyebabkan lapisan ozon bolong dan semakin parah tiap harinya. efek rumah kaca juga menyebabkan energi matahari dalam bentuk radiasi infra merah tidak bisa memantul keluar atmosfer, karena terhalang awan, gan C02 dan gas lainnya, ini menyebabkan suhu bumi semakin meningkat (baca : panas). dampaknya, es di kutub mencair, air laut semakin naik, iklim menjadi kacau dan cuaca saat ini tidak bisa ditebak. yang lebih ngeri, kalau emisi co2 terus meningkat, suhu bumi bisa meningkat 1.1 - 6.4 derajat celcius yang akan merusak keseimbangan ekosistem bumi ( coba nonton the day after tomorrow!!!). sikap manusia yang egois juga berperan memperparah global warming. hutan yang jadi paru-paru dunia malah ditebangi, polusi makin banyak karena bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. apalagi, kita banyak memakai barang-barang dari plastik dan sering buang sampah sembarangan. kurangi pemakaian plastik dengan menggunakan kantong dari kain atau kertas yang di daur ulang. gunakan sepeda sebagai alat transportasi ramah lingkungan atau mulai beralih ke angkutan umum. jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, lebih baik berjalan kaki!!!

* rasisme
rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu tersebut. bahwa suatu ras tertentu lebih superior dari yg lainnya. contohnya dalah gerakan apartheid, sistem pemisahan ras yang diterapkan pemerintah kulit putih di afrika selatan dari awal abad ke 20 sampai tahun 1990-an. dalam rentang waktu itu, sebagian warga non-kulit putih kehilangan hak asasi mereka. rasisme tidak hanya menyebabkan diskriminasi sosial, tapi juga berpotensi menimbulkan genosida atau pembantaian besar-besaran seperti yang dilakukan nazi jerman terhadap kaum yahudi selama perang dunia II yang terkenal sebagai genosida terbesar abad 20. pernah nonton hotel rwanda???di film ini kita juga bisa melihat genosida yang dilakukan suku mayoritas di rwanda. sedihnya, rasisme tidak hanya tentang ciri-ciri fisik tapi meluas jadi diskriminasi agama. contohnya setelah tragedi WTC 11 september 2001, warga muslim di amerika selalu dicurigai dan dianggap teroris. di indonesia, rasisme pernah terjadi antara warga pribumu dan non pribumi (tionghoa).

* kesehatan
flu burung (avian influenza) yang disebabkan virus H5N1 jadi penyakit yang cukup diwaspadai dunia sejak tahun 2003. tahun 1918 muncul spanish flu di spanyol yang disebabkan oleh virus H1N1 (sekarang dikenal dengan Flu babi yang pertama kali muncul di mexico). selain flu spanyol, muncul asian flu yang disebabkan virus sub tipe H2N2, mengakibatkan 70 ribu kematian di amerika serikat. flu asia ditemukan pertama kali di Cina, februari tahun 1957, lalu bergerak ke amerika serikat Juni 1957. tahun 1968-1969, ada flu hongkong yang disebabkan virus H3N2, menyebabkan kematian 34 ribu orang di amerika serikat. bahkan sampai sekarang, kabarnya virus ini masih ditemukan. HIV/AIDS juga jadi penyakit yang melanda seluruh dunia dan tidak pandang bulu. sudah lebih dari 42 juta jiwa yang menderita HIV/AIDS dan sekitar 20 juta orang meninggal. penyakit lain yang berbahaya adalah tuberculosis (TBC) yang disebabkan nakteri jenis mycobacterium tuberculosis hominis, pertama kali ditemukan tahun 1882 oleh seorang ahli bakteri jerman, Robert koch. TBC dapat menjalar ke semua alat tubuh (paru-paru, susunan saraf pusat, ginjal, tulang, sendi dsb). inilah saatnya manusia introspeksi dan memperbaiki gaya hidup.

Kamis, 04 Juni 2009

Hutan Hujan Malam Pelarian


oleh: Ucok Dian Ardiansyah*


klik disini untuk English version

Hutan Hujan Malam Pelarian, sebuah teks puitik - tulisan dari Irwan Jamal yang pernah dipentaskan dua kali masing2 dengan sutradara Syamsul Fajri Nurawat dan Irwan Jamal sendiri - menghasilkan banyak imaji di kepala saya selaku sutradara untuk melakukan interpretasi teks dari teks asli naskah ini. Dalam teks asli, seluruh tokoh hanya menjadi pencerita yang secara naratif menjelaskan kejadian2 yang mereka alami selama pelariannya dari merampok di sebuah kota. Semakin dalam akhirnya saya berhasil mempermainkan teks menjadi penuh dengan interupsi. Narasi tidak lagi menjadi milik tokoh perampok, melainkan oleh Joker yang masuk dan menginterupsi kejadian kejadian. Seluruh cerita akhirnya berjalan dan digulirkan lewat sudut pandang Joker.

Dalam Pertujukan HUtan Hujan Malam Pelarian tanggal 30 Mei 2009 kemarin saya berusaha melakukan refleksi terhadap tragedi Mei 98, sebuah tragedi kelam bangsa yang saya fikir tidak perlu harus terulang hingga kesekian kalinya di negeri ini. Hutan Hujan Malam Pelarian disini saya tafsirkan sebagai sebuah narasi kecil yang mungkin terjadi ketika kerusuhan maupun pasca kerusuhan di Indonesia. Semua tokoh menjadi tokoh yang abu - abu, bsa menjadi sangat lliar dan bisa pula menjadi sangat oportunis, intinya saya berusaha untuk meng - create tokoh - tokoh yang sangat manusiawi.

Pertunjukan Hutan HUjan Malam Pelarian berusaha untuk menawarkan ruang imaji dan visual yang meledak - ledak dan berharap mampu menggedor relung bathin penonton untuk masuk dan berdiri dalam posisi orang - orang di dalam tragedi mei 98, baik itu korban maupun pelakunya. Sebagai sutradara tentu saja saya berharap bahwa pertunjukan ini memberikan efek yang terapist bagi penontonnya, yaitu secara riil kita nantinya akan dapat bergandengan tangan - minimal - untuk memaksa penguasa negeri melakukan pengusutn tuntas terhadap tragedi berdarah ini.

Apa yang saya lakukan ini bukanlah sebuah keinginan untuk menggurui publik, tapi lebih sebagai bentuk kepedulian saya ( atau kami dari Teater Casa Nova ) sebagai anak bangsa yang merasa perlu untuk memberikan sumbangsih tenaga, suara, dan fikirannya bagi negeri ini kedepannya. Semoga kita bisa segera keluar dari krisis, Amin!

*DIAN ARDIANSYAH
SUTRADARA

Minggu, 05 April 2009

POLIANDRI, BUKAN TIDAK MUNGKIN BENAR-BENAR AKAN POPULER. Sebuah Anekdot Tentang Poliandri

"aku lelaki tak mungkin

meneimamu bila

ternyata kau mendua

membuat ku terluka"

(Iwan Fals: Bukan Pilihan)

Salah satu bait lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals diatas adalah pertanda bahwa laki-laki belum mau dimadu. Hal itu mungkin masih mampu mewakili masyarakat populer saat ini, karena saat ini secara eksplisit laki-laki masih sebagai ‘pemegang hak mendua’ meskipun mungkin secara implisit ada fenomena yang justru sebaliknya terjadi. Artinya dalam masyarakat saat ini fenomena poligami masih rentan terjadi.

Poligami yang oleh sebagian masyarakat diharamkan itu belum lama ini pula telah diprotes kembali oleh kaum wanita yang mengatasnamakan gerakan anti poligami, bentuk protes itu baik yang diaktualisasikan lewat forum diskusi maupun demontrasi turun kejalan, bahkan sebagian negara telah mengesahkan konstitusi tentang larangan praktek poligami, seperti di Prancis dan beberapa negara-negara Eropa.

Bagaimana dengan poliandri? Rasanya di Indonesia poliandri begitu sangat tabu diucapkan, terdengarpun terasa sangat tidak akrab, apalagi menemukan kasusnya.

Poliandri adalah perkawinan dengan lebih dari satu laki-laki (suami), seperti di suku Eskimo di Tebet dan bangsa Toba di India Utara (Alex M.A 2005: 507), merujuk pada pengertian tersebut sendainya poliandri di artikan secara literal dalam aplikasi di masyarakat, jelas memang tidak realistis dan memang tidak terjadi (mungkin?).

Tapi bagaimana jadinya kalau memang fenomena poliandri diprediksi akan terjadi didalam satu masyarakat dengan beberapa asumsi dan hipotesa.

Mendua’ Sebagai Sinyalemen dan Bibit Poliandri.

Tanpa bermaksud menyudutkan kaum wanita, fenomena ini tidak dimaksudkan untuk men-generalisasikan konstruksi asumsi publik pada masyarakat yang lebih luas dan kompleks, dari hasil analisis yang dilakukan pada satu komunitas kecil (yang dirahasiahkan lokasinya 2002-2006), fenomena mendua itu benar-benar terjadi, wanita selalu menjadi bahan rebutan, dan karena menjadi bahan perebutan maka terciptalah hak prerogatif wanita dalam menentukan pilihan, artinya wanita mempunyai determinasi pilihan dengan siapa dia akan/ingin berpasangan --pada beberapa laki-laki yang menginginkan tentunya—dengan siapa, ketika pilihan itu dijatuhkan yang terjadi ialah ‘menganggurnya’ laki-laki yang tidak dijadikan pilihan, keadaan seperti itu memungkin disuatu saat selanjutnya wanita akan melakukan pemilihan kedua terhadap substitusi yang lain, kasus seperti itu memungkinkan antara pilihan utama dan kedua adalah dua objek yang sangat dekat secara psikologi (teman) dalam berkompetitif, tapi kondisi/keadaan ini seperti keadaan yang biasa, dari pengamatan selama ini, jarang sekali terdengar ada konfrontasi radikal yang diakibatkan kejadian (peristiwa) diatas.

Asumsi Awal

Fenomena ‘mendua’ sebetulnya hanya produk biologi dari sifat kualitatif pasangan (oposisi biner laki-laki - wanita) artinya ‘mendua’ adalah jawaban atas kebutuhan primer manusia, terlepas laki-laki maupun wanita (poliandri - poligami), keterbatasan pilihan pasangan membawa seseorang untuk melakukan praktek ‘mendua’ yang bersifat (mungkin) melayani.

Dari asumsi tersebut penulis melontarkan estimasi bahwa di tempat terjadinya praktek poliandri keberadaan jumlah wanita lebih sedikit dari pada laki-laki, dan hal itu yang menjadikan wanita menjadi sesuatu yang spesial karena keterbatasan jumlahnya, dan mungkin dalam suatu masyarakat lain sebaliknya terjadi maka jawabannya harus diakui (dilegitimasi) adalah poligami.

Estimasi itu ternyata terbukti, data menyebutkan bahwa dari tahun 2000 s.d 2006 jumlah wanita yang ada pada tempat dilakukannya analisa lebih sedikit dibanding laki-laki, data itu menyebutkan total keseluruhan jumlah laki-laki hampir dua kali lipat dari wanita, secara praktis memang kenyataan itu tidak dapat menjadi determinasi absolut akan terjadinya fenomena serupa karena rupanya tidak sedikit wanita (mungkin juga laki-laki pada kondisi sebaliknya) yang merasa cukup, cocok dengan pasangan pada pilihan pertamannya artinya tidak melakukan praktek ‘mendua’. Dalam bagian ini pula perlu disampaikan bahwa fenomena ini tidak bisa menjadi bahan untuk mengasosiasikan wanita pada kondisi yang sama pada suatu tempat yang lebih luas.

Dari kenyataan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ditempat dilakukannya analisa, beberapa laki-laki pernah menjadi salah satu pasangan dari wanita yang sama, sementara kondisi itu “tidak” bagi wanita. Atau secara implisit beberapa laki-laki pernah menjadi korban ‘poliandri’ (‘poliandri’: mereduksi bahasa - mendua).

Inequaliti Gender Determinasi Tuhan?

Inequaliti Gender (ketidakadilan jender) salah satunya adalah praktik poligami. Poligami secara terminologi berarti perkawinan yang dilakukan terhadap lebih dari satu orang atau lebih, namun juga lebih cenderung diartikan perkawinan seorang suami dengan dua orang istri atau lebih (ibid). dalam pembahasan ini fenomena yang diambil lebih melihat pada kajian universal diluar dari bahasan sebelumnya (poliandri), salah satu contoh kasus adalah gerakan anti poligami yang diprakarsai oleh para eksponen feminis terhadap praktek poligami, dalam pembahasan ini tidak diperlukan pencarian diskursus yang menghasilkan konklusi seperti fenomena ‘poliandri’ diatas karena kita telah mendapat kenyataan bahwa poligami telah dimasukan kedalam salahsatu bentuk ketidakadilan jender (mungkin suatu hari kenyataan poligami ada dan menjadi faktor/bagian dari ketidakadilan jender?), terlepas para feminis mengkritisi poligami dari kacamata legalitas ataupun terhadap para oknum pelaku poligami yang secara praktis hanya menjadi seorang oportunis yang menggunakan legalitas poligami hanya untuk memenuhi kepuasan hedonis dan eksploitasi tubuh wanita semata (tidak berkaca pada praktek yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan beberapa tokoh lain yang melakukan dengan benar-benar dan banyak pertimbangan kriteria).

Kalau praktek poligami sebagai ketidakadilan gender lalu dimana letak maksud bahwa itu konstruksi/desain/ketentuan - rekayasa tuhan?

Dalam perspektif kajian ini penulis sangat percaya bahwa manusia tidak berhak mencampuri urusan Tuhan secara otonom (manusia), karena tidak ada satu pemikiran dan bahasa apapun yang mampu mewakili kebesaranNYA, seandainya menuturkan bahasa dan kata ini adalah kesalahan (bukan kebenaran) bagaimana dengan hanya diam dan membisu apakah merupakan kesalahan pula kalau diam dan membisupun adalah bahasa dan kata-kata.

Jadi dalam hal ini penulis hanya mencoba melihat kenyataan keadilan Tuhan!

Laki-laki dan wanita berbeda?, jawabannya benar! hal itu secara eksplisit dapat dilihat dalam sistem reproduksi manusia dalam ilmu biologi terutama dalam proses pembuahan laki-laki terhadap wanita, dalam hal ini kita masih ingat tentunya pelajaran biologi di sekolah menengah (SMU), yang menerangkan bahwa; wanita hanya memiliki jenis sel telur XX yang berpotensi melahirkan kelamin wanita, sedangkan sel reproduksi laki-laki XY (bukan YY) yang berpotensi melahirkan sex laki-laki dan wanita. dilihat dari ketentuan itu secara skala kualitatif jelas menurunkan jenis kelamin (sex) wanita mempunyai potensi yang lebih besar dibanding laki-laki. proses itu merupakan kebenaran absolut yang tidak bisa diubah. Meskipun pada prakteknya ada metodologi kedokteran yang dapat dilakukan sebagai usaha untuk mendapatkan keturunan dengan jenis kelamin yang dapat disesuaikan dengan apa yang diinginkan kedua pasangan (suami – istri). Namun hal itu hanya bersifat teoretis, pada kenyataannya predeterminasi Tuhan yang mempunyai kendali penuh (logos). Ketentuan itu menghasilkan jumlah laki-laki lebih sedikit dibanding wanita, sehingga secara matematis seandainya jumlah laki-laki adalah setengah dari jumlah keseluruhan (akumulasi jumlah laki-laki dan wanita) adalah ideal adanya karena secara oposisi pasangan tidak ada substitusi (yang tidak mendapatkan pasangan), tapi lain hal seandainya pada kenyataannya wanita memang masih lebih banyak dibanding laki-laki, artinya ketentuan pasangan satu lawan satu menghasilkan sebagian wanita tidak mempunyai pasangan dan tentu dalam hal ini jawabannya adalah poligami.

Bagaimana sendainya kondisi itu berbalik, seandainya fenomena kualitatif pada kenyataan yang terjadi pada contoh kasus pada faktor praktek ‘poliandri’ yang dipaparkan diatas justru menjadi kenyataan dalam dunia universal saat ini? apakah ini akan menjadi paradigma baru dalam kajian jender , apakah ini yang diramalkan sebagai kehancuran dunia (kiamat) yang disebutkan dalam banyak literatur keagamaan, atau bahwa metodologi kedokteran tentang rekayasa pengaturan kelahiran sesuai jenis kelamin merupakan rekayasa kaum tertentu yang diciptakan sebagai pengusungan akan dunia yang berbalik. Atau memang dunia ini akan berjalan sesuai dengan apa adanya.

Wallahualambisawab

Semoga saja hanya menjadi selentingan anekdot yang terjadi di tempat suatu tempat nonrealis belaka.

Sabtu, 24 Januari 2009

IMMANUEL KANT: SANG PEJALAN SORE


Hidup teratur adalah salah satu kekhasan dari seorang filusuf besar pemilik tiga karya besar yang populer di bidang filsafat. Critique of Pure Reason, Critique of Practical Reason dan Critique of Judgment.. dia lah Immanuel Kant yang memiliki kebiasaan dan gaya hidup teratur:
bangun pagi
minum kopi
menulis
memberikan kuliah
JALAN-JALAN SORE
adalah semua kegiatan Kant yang masing-masing mempunyai jadwalnya tersendiri...
sekurang-kurangnya itu yang ditulis oleh Paul Strathern (1997) dalam 90 menit bersama Kant
bertolakbelakang dengan Descartes, yang juga ditulis dalam buku berseri karangan Paul Strathern (1997)... Imanuel Kant adalah seorang yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dalam mengatur hidupnya sendiri, juga hidup orang lain dalam beberapa hal...
suatu hari dia menyesali kehilapannya dalam menjalani rutinitasnya (jalan sore), adalah konser musik yang membuatnya meninggalkan agenda jalan-jalan sorenya... tak tanggung-tanggung sampai-sampai dia mengeluarkan 'fatwa' haram bagi mahasiswanya mengapresiasi (konser) musik dengan alasan, bahwa musik terlalu membuat manusia menjadi kewanita-wanitaan.
hidup Kant dihabiskan untuk berpikir dan berpikir: mengkritik beberapa filusuf besar sebelumnya, Rosseueu, David Hume, Newton, Leibniz dsb..
karya-karyanya sulit dimengerti sebagaimana kerumitan praduga para ahli psikologi dalam memberikan pandangan tentang kehidupan Kant, yang jelas dalam buku Paul Strathern (1997) disebutkan bahwa Kant merupakan sosok yang gembira pada masa puncak karirnya tetapi mengalami pelbagai penyakit kejiwaan (psikologis) diakhir-akhir masa hidupnya...
beberapa ahli psikologi memberikan korelasi antara kehidupan dewasanya dengan masa kanak-kanaknya, khususnya dengan ibu, ayah dan beberapa saudara kandungnya...
apakah juga ada keterkaitan antara pemikirannya yang brilian dengan rutinitasnya (jalan sore)?

* gambar diambil dari:
http://www.stadt-eisenberg.de/kultur/beruehmt/img/immanuel_kant.jpg
klik here to open source file

Selasa, 20 Januari 2009

" Mati dengan Membawa Harapan "

"jika saya harus mati sekarang, setidak-tidaknya saya mati dengan membawa harapan."

pagi ini, saya mendengar orang-orang berzikir di luar. ada apa? kemudian, cahaya datang--listrik menyala:hore!
saya segera menyalakan televisi, men-charge telefon genggam, mengecek surat-surat elektronik. sejenak,saya merasa terbebas.
kami tidak punya air bersih. tangki air kami kosong. ayah saya tidak dapat menolak permintaan orang-orang yg datang mengetuk pintu dengan jeriken kosong di tangan. dia tidak sadar berapa banyak air yg telah diberikannya hingga semuanya terlambat.
kami memang bisa menggunakan air yg lain, tetapi harus benar-benar di masak agar tidak membuat sakit. namun kalau memasaknya, ada masalah lain, kami hanya punya sedikit gas. kami mencoba minum air yg tidak steril. dengan begitu, kami bisa menggunakan gas yg tersisa untuk memasak makanan.
saya menerima telefon dari sahabat saya di Jabaliya. dia menceritakan hidupnya yg menakutkan bersama keluarganya. bom sonik dari pesawat tempur F-16 terus-menerus mengguncang rumahnya--tak ada kesempatan buat 6 anak dan istrinya untuk tidur.
rumah saudaranya dievakuasi dan saudaranya ingin pergi sesegera mungkin. dia sudah mengepak tas kecil. saya bilang untuk membawa keluarganya tinggal bersama kami--saya mengharapkan kunjungannya setiap saat.
akan tetapi, saya kemudian mendengar berita yang lebih mengerikan dari daerah tempat tinggalnya. laporan terakhir yg saya tonton memperlihatkan seorang bocah sedang mencengkram tubuh orang tuanya yg sudah mati 4 hari lalu. anjing-anjing mulai memakan mayat itu.
itu adalah kenyataan yg tampaknya tak terjadi di belahan lain dunia. apakah tayangan itu di sensor karena orang tidak sanggup menerima kebenaran, kenyataan sesungguhnya yg menimpa kami? jika kebenaran terungkap, apakah ada bedanya?
untunglah kami punya solidaritas dan saling percaya di antara kami. kami berbagi apa yg kami punya. saya kira, itu sebabnya kami mengelola makanan sendiri.
sejumlah toko mengizinkan orang belanja dengan kredit. jumlah orang yg berutang meningkat dengan cepat. akan tetapi, solidaritas dan kepercayaan tidak akan memberi kami lagi makanan. sekarang, makanan, semuanya, mulai lenyap.
saya mengajukan beasiswa ke Inggris beberapa bulan lalu. persetujuannya akan diketahui awal Januari 2009. saya menunggu dengan tidak sabar. karena tidak sabar, saya telefon British Council. mereka bilang bahwa mereka akan menelefon saya dua menit lagi. selama menunggu dua menit itu, saya hampir berhenti bernapas--beasiswa ini adalah satu-satunya harapan saya untuk mendapatkan kehidupan yg lebih baik.
petugas British Council kembali dan bilang, "saya tidak bisa memberikan jawabannya sekarang."
saya jawab,"tolong,jujurlah. apakah anda tidak punya jawabannya atau tidak mau mengabari saya berita buruk saat ini?"
kemungkinan pergi ke Inggris memberi saya harapan. istri saya bilang saya gila ketika saya bicara seolah kita sudah benar-benar ada di Inggris. saya ceritakan tema-teman saya, restoran yg kita kunjungi, dan jalan-jalan di taman.
setidaknya, jika mati, saya akan mati dengan membawa sedikit harapan. harapan bahwa saya punya kesempatan untuk hidup lebih baik. bahkan saat ini, semua itu hanya sebuah mimpi.


( Catatan Mohammed Ali, pengacara dan peneliti media. di muat di Al Jazeera. di muat juga di Pikiran Rakyat tanggal 17 Januari 2009 pada kolom "Catatan Harian dari Palestina" )