Catatan Jalan Malam Bandung: Apresiasi FTI Award
Halooooo :D
Setelah hampir 2 tahun kegiatan apresiasi jalan malam off, akhirnya tadi malam kembali saya merasakan nikmatnya jalan malam di Bandung, meskipun tanpa jalan kaki dan ditemani kawan lain, tapi memang hasrat untuk menghadiri acara/apresiasi tadi malam cukup kuat. Alasannya tidak lain adalah karena rindu bertemu seorang tokoh sastra, teater, yang menjadi panutan. Tokoh yang dimaksud adalah budayawan Prof. Saini KM. Saya kira yang tertarik untuk membaca catatan ini tidak diragukan lagi, pasti telah mengenal sosok Prof. Saini KM, sehingga dalam hal ini saya tidak perlu memaparkan sosok beliau, di samping itu Wikipedia dan google telah menyediakannya bagi yang mau tau lebih lanjut.
Acara yang membawa hingga saya bisa bertemu Pa Saini KM ini tidak lain adalah acara penghargaan [penganugrahan] yang dilaksanakan Federasi Teater Indonesia (FTI), yang dalam agenda tahunannya selalu memberikan penghargaan pada tokoh teater yang telah dianggap laik mendapatkan penghargaan karena dedikasi hidupnya pada teater.
Sesampainya di tempat, ternyata memang telah ramai dikunjungi para penggiat/aktifis teater Bandung dan Indonesia pada umumnya, apalagi kabarnya acara penganugerahan ini akan dihadiri pula oleh salah satu menteri. Saya skepris menteri akan datang dan ternyata benar, yang dimaksud tidak hadir.
Para hadirin yang berkumpul langsung dimanjakan dengan adanya jamuan makan malam yang disediakan panitia pelaksana, dan tidak tanggung-tanggung, makanan yang disediakan adalah makanan berat dan catering pula. :D
Singkat cerita, acara dimulai dan ada yang menarik, Pa Saini naik andong dan diarak oleh lantunan musik sederhana yang agak riuh namun cukup semarak, maksud panitia mungkin untuk memeriahkan suasana. Akan tetapi di sini pula khawatir mulai terasa, masalahnya secara teknis hal itu agak riskan bagi Pa Saini yang sudah tidak muda lagi, apalagi ‘pengawalan’ bagi beliau kurang begitu dipikirkan dan disiapkan. Namun syukur acara berjalan lancar, para hadirin pun memasuki gedung pertunjukan Taman Budaya Jawa Barat.
Diawali Kekonyolan
Saat dimulainya acara, rampak kendang menjadi penanda opening acara, penutup layar pun dibuka, dan tiba-tiba . . . . ya ampun, yang keluar kucing warna putih kuning.. hhhmmm the yellow cat mamen.. :D
Sontak para penonton dibuatnya ketawa, 1 kali bisa dimaklumi tetapi saat acara dibuka oleh pimpinan FTI Radhar Panca Dahana, yellow cat kembali hadir di belakang podium dan berjalan dengan santai. Dari kejadian ini keraguan akan keseriusan acara mulai sulit dilawan, dan sedikit demi sedikit keraguan itu semakin dikuatkan. Barangkali, konstruksi pengetahuan “malam penganugrahan” atau sebuah ceremonial “award” telah merasuk dalam pikiran saya sebagai acara yang penuh dengan ‘keseriusan’ keteraturan managerial panggung yang ketat, mapan, glamor dan sebagainya sebagaimana sering kita saksikan acara di stasiun TV berlangsung, dan hal itu tidak saya temukan dalam acara ini, terutama keseriusan menggarap acara sebagai ungkapan etis pelaksana terhadap tokoh yang sedang dianugrahi.
Yang logos VS pengetahuan sederhana
Afrizal sebagai juri dalam sambutan sekaligus pengumumannya mengenai pemenang sayembara penulisan lakon drama mengatakan bahwa “hanya teater satu-satunya seni yang paling dekat dengan manusia, tanpa media apapun teater mampu dihadirkan, tubuh!”.
takperlu ditolak, penyataan itu murni penuh dengan logosentris, namun jangan lupa dalam pengertian paling sederhana, teater adalah seni yg paling akrab dengan ruang (panggung).
Perlu disayangkan perayaan FTI award yang telah berjalan 6 kali tidak mampu menunjukan kedewasaannya dalam mengelola sebuah ceremonial kolaboratif yang penuh dengan pergantian dimensi ruang di panggung.
Panggung kumuh dan penataan sound system rupanya menjadi hal yangg ditoleransi penuh bagi para penggiat teater dalam acara tertinggi bagi insan teater ini. Yang paling tragis, MC dalam acara tersebut benar-benar telah melunturkan ‘ketegasan’ – ‘keakraban’ teater dengan kematangan panggungnya, salingmenghargai lawan panggung dsb, apalagi acara ini bukan main sakralnya bagi para perenung karya seseorang yang dalam kesempatan itu mendapat anugerah. Saini KM adalah bapa, tauladan, idola sekaligus sosok penting dalam teater Indonesia -dan banyak lagi titel lainnya yang pantas disematkan pada beliau—pada acara ini, MC dua kali keliru menyebutkan nama Saini KM, padahal itu tema utama, disamping itu MC kadang spontan meminta (menyuruh) para tokoh di panggung untuk tidak terlebih dahulu turun dengna bahasa yang loma [bahasa yang digunakan seseorang pada teman sebaya]. Di harinya yang telah senja, penghargaan pantas beliau dapatkan, dengan kondisi fisik yang beliau akui dalam sambutan telah menurun, beliau tetap semangat dan menyediakan pikiran penuh untuk membagikan pengalaman pentingnya, bahkan dalam pidato penerimaan penghargaannya tersebut Saini KM menyampaikan bahwa karyanya adalah karya yang bebas untuk diinterpretasi ulang oleh setiap penggiat teater. Suatu momen yang begitu mengharukan bagi saya sebagai seorang insane nonteater melihat keakraban dan romantisme dealiktik dalam dunia teater.
Namun dengan sangat berat hati, penyelenggara telah gagal mengemas suatu acara penghargaan bagi tokoh yang sangat disegani, dan acara tersebut dapat dibilang jauh dari kata etis bagi suatu prosesi penghargaan yang baik. Pa Saini tentu saja tidak akan marah atau berekspresi kecewa, tetapi saya sebagai ABG labil alias ababil, belum cukup tahan untuk tidak mengatakan ini.. :Peace:
Namun terlepas dari semua itu, ini hanyalah ekspresi dari seorang yang masih menganggap musik sebagai lantunan nada, diamnya penari sebagai takmenari, dan lukisan adalah pinsil yang menggambar dalam kertas kanvas.
Apa yang dilakukan FTI adalah kemajuan bagi kehidupan berkesenian kontemporer, apa yang dilakukan insan teater melalui FTI merupakan start dan kemajuan penting dan sekaligus tamparan bagi penggiat musik kontemporer dalam mengadapi dinamika seni saat ini.. cayoooo :D
Ini catatan pribadi dan ngga begitu serius, so jangan protes tentang metode penulisan yang kacau balau ya..
sound track of JMB
Tampilkan postingan dengan label Apresiasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apresiasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Januari 2012
Kamis, 04 Juni 2009
Hutan Hujan Malam Pelarian

oleh: Ucok Dian Ardiansyah*
klik disini untuk English version
Hutan Hujan Malam Pelarian, sebuah teks puitik - tulisan dari Irwan Jamal yang pernah dipentaskan dua kali masing2 dengan sutradara Syamsul Fajri Nurawat dan Irwan Jamal sendiri - menghasilkan banyak imaji di kepala saya selaku sutradara untuk melakukan interpretasi teks dari teks asli naskah ini. Dalam teks asli, seluruh tokoh hanya menjadi pencerita yang secara naratif menjelaskan kejadian2 yang mereka alami selama pelariannya dari merampok di sebuah kota. Semakin dalam akhirnya saya berhasil mempermainkan teks menjadi penuh dengan interupsi. Narasi tidak lagi menjadi milik tokoh perampok, melainkan oleh Joker yang masuk dan menginterupsi kejadian kejadian. Seluruh cerita akhirnya berjalan dan digulirkan lewat sudut pandang Joker.
Dalam Pertujukan HUtan Hujan Malam Pelarian tanggal 30 Mei 2009 kemarin saya berusaha melakukan refleksi terhadap tragedi Mei 98, sebuah tragedi kelam bangsa yang saya fikir tidak perlu harus terulang hingga kesekian kalinya di negeri ini. Hutan Hujan Malam Pelarian disini saya tafsirkan sebagai sebuah narasi kecil yang mungkin terjadi ketika kerusuhan maupun pasca kerusuhan di Indonesia. Semua tokoh menjadi tokoh yang abu - abu, bsa menjadi sangat lliar dan bisa pula menjadi sangat oportunis, intinya saya berusaha untuk meng - create tokoh - tokoh yang sangat manusiawi.
Pertunjukan Hutan HUjan Malam Pelarian berusaha untuk menawarkan ruang imaji dan visual yang meledak - ledak dan berharap mampu menggedor relung bathin penonton untuk masuk dan berdiri dalam posisi orang - orang di dalam tragedi mei 98, baik itu korban maupun pelakunya. Sebagai sutradara tentu saja saya berharap bahwa pertunjukan ini memberikan efek yang terapist bagi penontonnya, yaitu secara riil kita nantinya akan dapat bergandengan tangan - minimal - untuk memaksa penguasa negeri melakukan pengusutn tuntas terhadap tragedi berdarah ini.
Apa yang saya lakukan ini bukanlah sebuah keinginan untuk menggurui publik, tapi lebih sebagai bentuk kepedulian saya ( atau kami dari Teater Casa Nova ) sebagai anak bangsa yang merasa perlu untuk memberikan sumbangsih tenaga, suara, dan fikirannya bagi negeri ini kedepannya. Semoga kita bisa segera keluar dari krisis, Amin!
*DIAN ARDIANSYAHklik disini untuk English version
Hutan Hujan Malam Pelarian, sebuah teks puitik - tulisan dari Irwan Jamal yang pernah dipentaskan dua kali masing2 dengan sutradara Syamsul Fajri Nurawat dan Irwan Jamal sendiri - menghasilkan banyak imaji di kepala saya selaku sutradara untuk melakukan interpretasi teks dari teks asli naskah ini. Dalam teks asli, seluruh tokoh hanya menjadi pencerita yang secara naratif menjelaskan kejadian2 yang mereka alami selama pelariannya dari merampok di sebuah kota. Semakin dalam akhirnya saya berhasil mempermainkan teks menjadi penuh dengan interupsi. Narasi tidak lagi menjadi milik tokoh perampok, melainkan oleh Joker yang masuk dan menginterupsi kejadian kejadian. Seluruh cerita akhirnya berjalan dan digulirkan lewat sudut pandang Joker.
Dalam Pertujukan HUtan Hujan Malam Pelarian tanggal 30 Mei 2009 kemarin saya berusaha melakukan refleksi terhadap tragedi Mei 98, sebuah tragedi kelam bangsa yang saya fikir tidak perlu harus terulang hingga kesekian kalinya di negeri ini. Hutan Hujan Malam Pelarian disini saya tafsirkan sebagai sebuah narasi kecil yang mungkin terjadi ketika kerusuhan maupun pasca kerusuhan di Indonesia. Semua tokoh menjadi tokoh yang abu - abu, bsa menjadi sangat lliar dan bisa pula menjadi sangat oportunis, intinya saya berusaha untuk meng - create tokoh - tokoh yang sangat manusiawi.
Pertunjukan Hutan HUjan Malam Pelarian berusaha untuk menawarkan ruang imaji dan visual yang meledak - ledak dan berharap mampu menggedor relung bathin penonton untuk masuk dan berdiri dalam posisi orang - orang di dalam tragedi mei 98, baik itu korban maupun pelakunya. Sebagai sutradara tentu saja saya berharap bahwa pertunjukan ini memberikan efek yang terapist bagi penontonnya, yaitu secara riil kita nantinya akan dapat bergandengan tangan - minimal - untuk memaksa penguasa negeri melakukan pengusutn tuntas terhadap tragedi berdarah ini.
Apa yang saya lakukan ini bukanlah sebuah keinginan untuk menggurui publik, tapi lebih sebagai bentuk kepedulian saya ( atau kami dari Teater Casa Nova ) sebagai anak bangsa yang merasa perlu untuk memberikan sumbangsih tenaga, suara, dan fikirannya bagi negeri ini kedepannya. Semoga kita bisa segera keluar dari krisis, Amin!
SUTRADARA
Rabu, 11 Maret 2009
Senin, 02 Maret 2009
agenda pertemuan Jalan Malam

info:
kita ngumpul sekalian putsal (bagi yg mau ikutan) hari rabu jam 7 malem di dago...
pokonya sekurang2nya ada beberapa agenda yg bisa kita inisiasi:
1. silaturakhmi setelah sekian lama ngak ngumpul & jalan bareng
2. mengekspresikan ide2 temen2 JM di forum
3. rencana acara rally foto antar JM..
jangan lupa bawa kamera bagi yg punya, bawa jaket (baju anget) bagi yg mau putsal, bawa makanan bagi yg inget gue... hihi
info selanjutnya tunggu di update ya,,, sekalian nunggu respon..
Selasa, 17 Februari 2009
PAMERAN FOTO SELAMATKAN KARST CITATAH
sumber : www.fotografibergerak.com

Karya-karya hasil Lomba Foto Selamatkan Karst Citatah.
TEMPAT
Museum GEOLOGI
Jl.Diponegoro No. 57 BANDUNG
WAKTU
19 s/d 25 Februari 2009
AGENDA KEGIATAN
PEMBUKAAN PAMERAN FOTO
Kamis, 19 Februari 2009
Pukul 15.00 s/d 17.00 WIB
TALK SHOW
Jumat, 20 Februari 2009
Pukul 14.00 – 15.00 WIB
Pembicara : KELOMPOK RISET CEKUNGAN BANDUNG
Tema : MEMBEDAH KARST CITATAH
PHOTO SPEAK
Jumat, 20 Februari2009
Pukul 15.00 – 16.00 WIB
Pembicara : JULIEN GAZEAU (FOTOGRAFER PERANCIS)
Tema : SEASCAPE PHOTOGRAPHY
PENUTUPAN PAMERAN FOTO
Rabu, 25 Februari 2009
Pukul 15.00 – 16.00 WIB

Karya-karya hasil Lomba Foto Selamatkan Karst Citatah.
TEMPAT
Museum GEOLOGI
Jl.Diponegoro No. 57 BANDUNG
WAKTU
19 s/d 25 Februari 2009
AGENDA KEGIATAN
PEMBUKAAN PAMERAN FOTO
Kamis, 19 Februari 2009
Pukul 15.00 s/d 17.00 WIB
TALK SHOW
Jumat, 20 Februari 2009
Pukul 14.00 – 15.00 WIB
Pembicara : KELOMPOK RISET CEKUNGAN BANDUNG
Tema : MEMBEDAH KARST CITATAH
PHOTO SPEAK
Jumat, 20 Februari2009
Pukul 15.00 – 16.00 WIB
Pembicara : JULIEN GAZEAU (FOTOGRAFER PERANCIS)
Tema : SEASCAPE PHOTOGRAPHY
PENUTUPAN PAMERAN FOTO
Rabu, 25 Februari 2009
Pukul 15.00 – 16.00 WIB
Senin, 02 Februari 2009
APRESIASI: ART FROM CAMPUS

kawan2 saya mengajak semua temen2 jalan malam untuk berapresiasi musik di STSI Bandung pada:
hari/tanggal : kamis 5 Februari 2009
tempat : GK. Sunan Ambu STSI Bandung
acaranya nonton musik samba sunda
acara ini diselenggarakan oleh kawan-kawan 'muka production' mahasiswa jurusan karawitan STSI Bandung...
khusus buat kawan-kawan jalan malam, abis nonton bareng kita akan berdiskusi tentang agenda lanjutan jalan malam ok....
gratis 100%
Jumat, 19 Desember 2008
Sabtu, 06 Desember 2008
jadwal apresiasi
INAGURASI RAMPAK DIMENSI EMAS DUA RIBU DELAPAN
HIMAKA DEPARTEMAN PROUDLY PRESENT
MENAMPILKAN:
BANDITO BAND
WORLD MUSIC OF SARATUSPERSEN www.saratuspersen.com
MUKA 05
AND OTHERS
RABU, 10 DESEMBER 2008
16.30 s.d beres
di Gd. Kesenian Dewi Asri
Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung
Nonton Gratis
HIMAKA DEPARTEMAN PROUDLY PRESENT
MENAMPILKAN:
BANDITO BAND
WORLD MUSIC OF SARATUSPERSEN www.saratuspersen.com
MUKA 05
AND OTHERS
RABU, 10 DESEMBER 2008
16.30 s.d beres
di Gd. Kesenian Dewi Asri
Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung
Nonton Gratis
Rabu, 03 Desember 2008
Lomba Foto "SELAMATKAN KARST CITATAH"
sumber : www.fotografibergerak.com
Sebagai salah satu upaya & gerakan moral bersama dalam membangun kesadaran kolektif yang bertujuan mencegah serta mengendalikan kerusakan lingkungan pada kawasan Karst Citatah yang kini telah porak poranda, Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) bekerjasama dengan Rotary Club Bandung, Surat Kabar Pikiran Rakyat, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengda Jawa Barat dan Banten, Museum Geologi, International Year of Planet Earth dan Air Photography Communications menyelenggarakan sebuah kompetisi fotografi yang diberi nama LOMBA FOTO “SELAMATKAN KARST CITATAH” dengan tema “MEREKAM WAJAH KARST CITATAH DALAM PERSPEKTIF FOTOGRAFI”.
Obyek foto yang diambil adalah kawasan Karst Citatah yaitu perbukitan batu kapur yang membentang dari daerah Tagog Apu, Padalarang, Cipatat, hingga Rajamandala (sekitar km22 & km 23 dari arah bandung menuju cianjur). Dimana pada kawasan tersebut terdapat berbagai warisan karst yang perlu dilindungi seperti Pr. Pabeasan (Pr = Pasir; Bukit dalam Bahasa Sunda) dengan tebing 125-nya, Gunung Hawu, Gunung Manik dengan tebing 49-nya, Karang Panganten, Gunung Masigit dan Pr. Pawon dengan guanya yang telah diketahui merupakan situs hunian prasejarah pertama di Jawa Barat.
Lomba Foto dibagi menjadi 3 buah kategori yaitu:
1. Kategori “Human Interest”, yaitu foto yang mencerminkan segala aktivitas manusia yang menjadi bagian dari kawasan Karst Citatah.
2. Kategori “Keindahan”, yaitu foto yang mencerminkan keasrian, keseimbangan dan keteraturan kawasan Karst Citatah.
3. Kategori “Kerusakan”, yaitu foto yang mencerminkan kepunahan, ketidakseimbangan dan carut marutnya kawasan Karst Citatah.
HADIAH LOMBA FOTO
KATEGORI HUMAN INTEREST
Juara Umum : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai Rp 5.000.000,-
Juara Harapan (2 orang) : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai @ Rp 1.000.000,-
KATEGORI KEINDAHAN
Juara Umum : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai Rp 5.000.000,-
Juara Harapan (2 orang) : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai @ Rp 1.000.000,-
KATEGORI KERUSAKAN
Juara Umum : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai Rp 5.000.000,-
Juara Harapan (2 orang) : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai @ Rp 1.000.000,-
REGULASI LOMBA FOTO SELAMATKAN KARST CITATAH
Lomba foto terbuka untuk masyarakat umum.
Biaya pendaftaran lomba foto sebesar Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah).
100 pendaftar pertama mendapatkan pin Lomba Foto.
Bagi peserta dari luar Bandung dapat mentransfer biaya pendaftaran ke nomor rekening 086-0200716 atas nama Julius M Tomasowa BCA KCP RIAU.
Semua peserta lomba berhak mengirimkan karya foto di setiap kategori (human interest, keindahan dan kerusakan). Jumlah foto yang dikirimkan bebas dengan ukuran 8R (20 x 25 cm) atau 8RP (20 x 30 cm).
Foto yang dikirimkan merupakan foto berwarna. Rekayasa digital seperti menambah atau mengurangi elemen gambar dalam foto tidak diperbolehkan.
Foto dikirimkan beserta cd yang berisi file low res dan dibalik fotonya ditempel kertas yang berisi keterangan tentang: judul foto, deskripsi foto, nama, alamat lengkap, nomor telepon & alamat email.
Seluruh foto yang masuk menjadi dokumen panitia (Kelompok Riset Cekungan Bandung). Foto pemenang lomba dapat digunakan oleh panitia untuk kepentingan edukasi dan publikasi internal selama 2 tahun terhitung setelah pembagian hadiah pemenang lomba. Hak Cipta foto tetap menjadi milik fotografer.
Peserta yang menjadi pemenang lomba foto wajib menyerahkan surat pernyataan fotografer/pemotret mengenai pertanggung-jawaban hasil karya foto.
Para Pemenang dan Nominasi Lomba Foto wajib menyerahkan hasil karyanya dalam bentuk CD (file Hi-Res) sebelum penyerahan hadiah.
Keputusan Dewan Juri mutlak, sah & tidak dapat diganggu gugat.
Tempat Pendaftaran :
Air Photography Communications (Kamp Fotografi Bergerak)
Jalan Taman Pramuka No.181 Bandung 40114 Telp : 022-70160771
Karya peserta dikirimkan melalui ke dalam amplop tertutup, yang ditujukan kepada
PANITIA LOMBA FOTO SELAMATKAN KARST CITATAH
AIR PHOTOGRAPHY COMMUNICATIONS
(KAMP FOTOGRAFI BERGERAK)
JALAN TAMAN PRAMUKA 181 BANDUNG 40114
Paling lambat 17 desember 2008 pukul 17.00 WIB
(Sudah diterima di sekretariat panitia lomba foto)
WAKTU KEGIATAN
Hunting Foto : Jumat, 7 November 2008 s/d 17 Desember 2008
Batas Akhir Penyerahan Foto : 17 Desember 2008
Penjurian Lomba Foto : 18 Desember 2008
Pengumuman Foto Pemenang : 21 Desember 2008
dapat dilihat di Surat Kabar Pikiran Rakyat & www.fotografibergerak.com
DEWAN JURI
Andri SS Mubandi (Kelompok Riset Cekungan Bandung)
Deni Sugandi (Pakar Foto Digital)
Dudi Sugandi (Redaktur Foto)
Galih Sedayu (Fotografer & Pegiat Foto)
Nining Damayanti Adisasmito (Dosen FSRD-ITB)
Partisipasi anda merupakan energi bagi kami. Terimakasih. Salam.
Fotografi bergerak!!!
Informasi lanjut,
air photography communications (kamp fotografi bergerak)
jalan taman pramuka 181 bandung 40114
phone : (022) 70160771 fax : (022) 7234570
cp : Sdr Ulis (0812-2122839) & Sdr Rico (0856-2343711)
Sdri Ticha (0856-24841939), Sdri Sapi (0856-24217947)
Sebagai salah satu upaya & gerakan moral bersama dalam membangun kesadaran kolektif yang bertujuan mencegah serta mengendalikan kerusakan lingkungan pada kawasan Karst Citatah yang kini telah porak poranda, Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) bekerjasama dengan Rotary Club Bandung, Surat Kabar Pikiran Rakyat, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengda Jawa Barat dan Banten, Museum Geologi, International Year of Planet Earth dan Air Photography Communications menyelenggarakan sebuah kompetisi fotografi yang diberi nama LOMBA FOTO “SELAMATKAN KARST CITATAH” dengan tema “MEREKAM WAJAH KARST CITATAH DALAM PERSPEKTIF FOTOGRAFI”.
Obyek foto yang diambil adalah kawasan Karst Citatah yaitu perbukitan batu kapur yang membentang dari daerah Tagog Apu, Padalarang, Cipatat, hingga Rajamandala (sekitar km22 & km 23 dari arah bandung menuju cianjur). Dimana pada kawasan tersebut terdapat berbagai warisan karst yang perlu dilindungi seperti Pr. Pabeasan (Pr = Pasir; Bukit dalam Bahasa Sunda) dengan tebing 125-nya, Gunung Hawu, Gunung Manik dengan tebing 49-nya, Karang Panganten, Gunung Masigit dan Pr. Pawon dengan guanya yang telah diketahui merupakan situs hunian prasejarah pertama di Jawa Barat.
Lomba Foto dibagi menjadi 3 buah kategori yaitu:
1. Kategori “Human Interest”, yaitu foto yang mencerminkan segala aktivitas manusia yang menjadi bagian dari kawasan Karst Citatah.
2. Kategori “Keindahan”, yaitu foto yang mencerminkan keasrian, keseimbangan dan keteraturan kawasan Karst Citatah.
3. Kategori “Kerusakan”, yaitu foto yang mencerminkan kepunahan, ketidakseimbangan dan carut marutnya kawasan Karst Citatah.
HADIAH LOMBA FOTO
KATEGORI HUMAN INTEREST
Juara Umum : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai Rp 5.000.000,-
Juara Harapan (2 orang) : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai @ Rp 1.000.000,-
KATEGORI KEINDAHAN
Juara Umum : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai Rp 5.000.000,-
Juara Harapan (2 orang) : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai @ Rp 1.000.000,-
KATEGORI KERUSAKAN
Juara Umum : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai Rp 5.000.000,-
Juara Harapan (2 orang) : Trofi Batu Mulia & Uang Tunai @ Rp 1.000.000,-
REGULASI LOMBA FOTO SELAMATKAN KARST CITATAH
Lomba foto terbuka untuk masyarakat umum.
Biaya pendaftaran lomba foto sebesar Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah).
100 pendaftar pertama mendapatkan pin Lomba Foto.
Bagi peserta dari luar Bandung dapat mentransfer biaya pendaftaran ke nomor rekening 086-0200716 atas nama Julius M Tomasowa BCA KCP RIAU.
Semua peserta lomba berhak mengirimkan karya foto di setiap kategori (human interest, keindahan dan kerusakan). Jumlah foto yang dikirimkan bebas dengan ukuran 8R (20 x 25 cm) atau 8RP (20 x 30 cm).
Foto yang dikirimkan merupakan foto berwarna. Rekayasa digital seperti menambah atau mengurangi elemen gambar dalam foto tidak diperbolehkan.
Foto dikirimkan beserta cd yang berisi file low res dan dibalik fotonya ditempel kertas yang berisi keterangan tentang: judul foto, deskripsi foto, nama, alamat lengkap, nomor telepon & alamat email.
Seluruh foto yang masuk menjadi dokumen panitia (Kelompok Riset Cekungan Bandung). Foto pemenang lomba dapat digunakan oleh panitia untuk kepentingan edukasi dan publikasi internal selama 2 tahun terhitung setelah pembagian hadiah pemenang lomba. Hak Cipta foto tetap menjadi milik fotografer.
Peserta yang menjadi pemenang lomba foto wajib menyerahkan surat pernyataan fotografer/pemotret mengenai pertanggung-jawaban hasil karya foto.
Para Pemenang dan Nominasi Lomba Foto wajib menyerahkan hasil karyanya dalam bentuk CD (file Hi-Res) sebelum penyerahan hadiah.
Keputusan Dewan Juri mutlak, sah & tidak dapat diganggu gugat.
Tempat Pendaftaran :
Air Photography Communications (Kamp Fotografi Bergerak)
Jalan Taman Pramuka No.181 Bandung 40114 Telp : 022-70160771
Karya peserta dikirimkan melalui ke dalam amplop tertutup, yang ditujukan kepada
PANITIA LOMBA FOTO SELAMATKAN KARST CITATAH
AIR PHOTOGRAPHY COMMUNICATIONS
(KAMP FOTOGRAFI BERGERAK)
JALAN TAMAN PRAMUKA 181 BANDUNG 40114
Paling lambat 17 desember 2008 pukul 17.00 WIB
(Sudah diterima di sekretariat panitia lomba foto)
WAKTU KEGIATAN
Hunting Foto : Jumat, 7 November 2008 s/d 17 Desember 2008
Batas Akhir Penyerahan Foto : 17 Desember 2008
Penjurian Lomba Foto : 18 Desember 2008
Pengumuman Foto Pemenang : 21 Desember 2008
dapat dilihat di Surat Kabar Pikiran Rakyat & www.fotografibergerak.com
DEWAN JURI
Andri SS Mubandi (Kelompok Riset Cekungan Bandung)
Deni Sugandi (Pakar Foto Digital)
Dudi Sugandi (Redaktur Foto)
Galih Sedayu (Fotografer & Pegiat Foto)
Nining Damayanti Adisasmito (Dosen FSRD-ITB)
Partisipasi anda merupakan energi bagi kami. Terimakasih. Salam.
Fotografi bergerak!!!
Informasi lanjut,
air photography communications (kamp fotografi bergerak)
jalan taman pramuka 181 bandung 40114
phone : (022) 70160771 fax : (022) 7234570
cp : Sdr Ulis (0812-2122839) & Sdr Rico (0856-2343711)
Sdri Ticha (0856-24841939), Sdri Sapi (0856-24217947)
Kamis, 02 Oktober 2008
Kamis, 18 September 2008
arga wilis ngabuburit bareng saratuspersen

ngabuburir bareng di STSI Bandung bersama saratuspersen...
keterangan lanjut mengenai siapa dan bagaimana saratuspersen klik aja: www.saratuspersen.com
acara ngabuburit bareng di STSI Bandung merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Mapala Arga Wilis STSI Bandung, tetapi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Arga Wilis tidak menyandingkan kegiatannya dengan acara Milangkala/ulang tahun AW dikarenakan Ultah AW pada tahun ini tidak tepat pada bulan ramadhan yaitu pada tanggal 02 oktober (17 tahun mapala Arga Wilis)
acara ini akan diselenggarakan pada:
27 september 2008
GK. Sunan Ambu STSI Bandung
Jl Buah Batu no. 212 Bandung
jam 15.00 - buka (maghrib)
acarana diisi juga oleh beberapa mahasiswa STSI lainnya
catatan:
klo mau datang kirim email ka peps_bandung@yahoo.com supaya bisa panggih OK..
salam Pepep DW
Langganan:
Postingan (Atom)



